Pembangunan Kesehatan yang Adil


Tujuan pembangunan kesehatan dari pemerintah di semua negara adalah tercapainya tingkat kesehatan yang optimal dengan distribusi kesehatan yang adil (equitable) bagi semua warga. Tingkat kesehatan yang optimal adalah level kesehatan yang cukup tinggi sehingga manusia dapat menjalankan berbagai fungsinya dengan baik, dapat menikmati nilai-nilai hidup dan hakikat eksistensinya, dan produktif. Distribusi kesehatan yang adil adalah sebaran kesehatan yang setara antar kelompok di dalam populasi yang memiliki perbedaan kondisi sosial ekonomi. Pada distribusi kesehatan yang adil, perbedaan tingkat kesehatan antar kelompok di dalam dan antar populasi, bukan disebabkan oleh ketidakadilan sosial, melainkan penyebab alami (misalnya, usia, jenis kelamin). Pada saat ini semua negara di dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai masalah kesehatan, penyakit, dan ketidakadilan distribusi kesehatan populasi. Gambar 1 menunjukkan ketidakadilan kesehatan antara negara kaya, menengah, dan miskin dalam indikator umur harapan hidup, tahun 2010 (drstoney, 2016)

oke fiks

Distribusi kesehatan yang adil terjadi jika tingkat kesehatan tidak tergantung perbedaan status sosial ekonomi, ras, agama, golongan, dan tempat tinggal. Pada distribusi kesehatan yang adil, kelompok-kelompok populasi yang tinggal di perkotaan dan pedesaan, Jawa dan luar Jawa, negara kaya maupun miskin, negara maju maupun negara berkembang, ras dan etnis mayoritas maupun minoritas, perbedaan keyakinan agama, perbedaan tingkat pendidikan, memiliki atau tidak memiliki disabilitas,  memiliki tingkat kesehatan yang setara. Jika terdapat perbedaan distribusi kesehatan, perbedaan itu hanya disebabkan oleh karakteristik alami, misalnya umur, faktor genetik, dan jenis kelamin (bukan gender), yang tidak bisa dihindari.

 

Share this :